TVRI Ekonomi Kreatif: Intip Keseruan Robobrick Lab Bicara Kreativitas Robotik
Dalam sebuah sesi bincang-bincang hangat di studio TVRI Sumatera Utara, program Ekonomi Kreatif kali ini menyoroti pesatnya perkembangan dunia robotik Medan. Suasana studio tampak futuristik dengan jajaran robot hasil karya anak bangsa yang menghiasi meja. Selain itu, Gina Febriona selaku Host memandu diskusi ini dengan antusias untuk menggali potensi kreativitas lokal dalam menciptakan teknologi tepat guna.
Talkshow tersebut menghadirkan dua sosok kunci di balik layar suksesnya edukasi teknologi di Robobrik Lab. Devri Suherdi, seorang akademisi yang berperan sebagai The Principal dalam mengonsep kurikulum pendidikan. Selanjutnya, hadir pula Puji Widodo sebagai Leader sekaligus teknisi ahli yang membimbing para siswa. Melalui kolaborasi ini, mereka membagikan visi bahwa pengembangan robotik Medan merupakan investasi keterampilan strategis bagi generasi muda.
Mengenal Definisi dan Evolusi Teknologi Robotik
Pada awalnya, narasumber menjelaskan robot sebagai manipulator multifungsi untuk membantu pekerjaan manusia. Oleh karena itu, ekosistem teknologi lokal membutuhkan komponen utama seperti mikrokontroler, sensor, dan penggerak. Menariknya, masyarakat sering tidak sadar bahwa mereka sudah hidup berdampingan dengan kecanggihan robotik Medan. Sebagai contoh, teknologi ini bisa kita temukan pada pintu otomatis di mall, mesin ATM, hingga vacuum cleaner otomatis.
Manfaat Belajar Robotik Bagi Anak
Mengenai manfaatnya, belajar teknologi ini secara efektif melatih sensor motorik halus dan ketelitian anak. Tidak hanya itu, bidang ini juga mengintegrasikan ilmu STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Math). Anda juga bisa membaca artikel kami tentang pentingnya pendidikan teknologi sejak dini untuk memahami lebih dalam. Lebih lanjut, proyek membangun robot melatih anak-anak berpikir kritis dalam mencari solusi (troubleshooting). Dengan demikian, anak-anak di Sumatera Utara terbiasa menghadapi tantangan digital melalui robotik Medan.
Mengenal Robobrick Lab sebagai Pusat Inovasi Robotik Lokal
Dalam kesempatan ini, narasumber memperkenalkan Robobrick Lab yang telah mengajar lebih dari 300 siswa sejak 2017. Meskipun berpusat di kota ini, lembaga tersebut memiliki standar kurikulum internasional yang berjenjang. Misalnya, pengajar memulai pembelajaran dengan media Lego untuk tingkat TK, kemudian berlanjut ke pemrograman tingkat lanjut untuk remaja guna memperkuat fondasi robotik Medan.
Karya Inovatif yang Menginspirasi
Di sisi lain, narasumber juga memamerkan beberapa contoh nyata hasil karya para siswa:
- Robot Transporter: Robot mobil yang memindahkan objek dengan kendali remote.
Robot Tong Sampah Otomatis: Pintu sampah akan terbuka sendiri ketika sensor mendeteksi objek.
Gyro Bot: Robot unik yang mampu berdiri tegak pada dua roda.
Drawing Machine: Robot yang berfungsi menggambar pola secara presisi.
Potensi Ekonomi dan Prestasi Global
Bukan hanya sekadar hobi, bidang ini memiliki potensi ekonomi yang besar. Terbukti, karya kreatif seperti robot penyortir botol pernah laku seharga Rp9 juta. Selain itu, siswa binaan Robobrick Lab juga telah memenangkan berbagai kompetisi. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas masyarakat lokal mampu bersaing di bidang teknologi.
Kesimpulan: Masa depan Robotik Medan
Sebagai kesimpulan, robot hadir bukan untuk menggantikan manusia, melainkan sebagai alat bantu yang hidup berdampingan. Oleh sebab itu, manusia tetap memegang peran penting sebagai pengembang. Akhir kata, para narasumber berharap kurikulum teknologi ini masuk ke dalam pendidikan formal agar generasi muda Indonesia menjadi pencipta teknologi di masa depan.

(Sumber: https://youtu.be/87QSwf3Kamo?si=9pR_p9_ZYgxXjeuh)
